Jatuh Cinta Pada Thailand

Image

Disclaimer: tulisan ini murni pengalaman pribadi. Tidak diendorse, tidak disponsor.

*******************************************************************

Kita, dengan cara masing-masing, bisa jatuh cinta pada sebuah tempat.

Bagi saya, pada awalnya cinta itu berbentuk seorang pria Thailand berkacamata, berdiri santun dari balik meja resepsionis.

I upgraded your room for free.”

Senyum tersungging dari bibirnya. Saya sumringah, tapi hanya bisa membalas dengan senyum lemah. Tak jelaslah bentuk badan ini pasca perjalanan lebih dari 12 jam. Sudah pukul 21.30 di Sukhothai, saat petugas guesthouse menggiring saya ke kamar Superior.

Di bawah cahaya remang-remang, kami melewati beberapa bungalow. Thai Thai Sukhothai, nama guesthouse itu, tampak cantik namun sepi. Bunga warna-warni mekar disinari cahaya lampu, bertengger di pagar bungalow-bungalow kayu.

Petugas guesthouse menggiring saya naik ke lantai atas.

Kamar itu sangat nyaman. Tak terlalu besar, dengan kasur double bed berhiaskan handuk berbentuk sepasang angsa. Kedua angsa itu tampak sedang dimabuk cinta~

Sayang saya tidak sedang honeymoon. Lebih baik mandi di bawah shower air panas, dikelilingi keramik hijau mungil.

Image

Image

Sekujur badan kaku, kepala terasa berat. Hari kedua di Thailand adalah hari pertama menstruasi tiba. Saya kembali membenamkan diri di bawah guyuran air panas, lama sekali, kemudian turun untuk sarapan. Restoran berada persis di seberang kamar. Nasi, telur mata sapi, sayuran, juga roti dan aneka selai berderet di satu meja panjang.

Image

Image

Saya mempercepat langkah menuju resepsionis, tak sabar ingin menjelajah Sukhothai Historical Park. Kembali berhadapan dengan pria Thailand berkacamata. Dia memberi kunci sepeda untuk disewa. Sayangnya, tubuh yang kembali cerah berbanding terbalik dengan cuaca yang mulai mendung.

Saya pun murung.

Satu jam. Dua jam. Dua setengah jam, saya masih duduk di lobby menunggu hujan reda. Si resepsionis agaknya terenyuh.

I think you should go this afternoon, just after the rain gone. It’s raining here almost every morning.”

It’s okay, I’ll wait here,” angguk saya, kemudian memalingkan wajah ke arah luar, fokus pada bunga-bunga yang dijatuhi air hujan.

Tapi tak lama kemudian, resepsionis itu kembali datang. Dia bawakan secangkir teh dan semangkuk gula. Juga payung, dan jas hujan.

For you. Be careful.”

Saya tersenyum sumringah, mengucap terimakasih berkali-kali sambil mengenakan jas hujan.

Agenda bersepeda hari itu berjalan sempurna.

Image

Hari terakhir menginap di Thai Thai Sukhothai. Sesaat usai mandi pagi, saya kembali menyewa sepeda untuk gowes ke pasar tradisional. Tapi dudukan di sepeda itu terlalu tinggi untuk badan saya yang kecil.

Si resepsionis turun tangan. Tak lama kemudian dia memanggil bala bantuan. Bukan satu atau dua, melainkan empat orang. Sesaat setelah bergumul dengan sepeda, kelima petugas guesthouse tersenyum senang.

It’s finish, your bike.”

Voila! Sepeda siap digunakan.

Image

Saya baru benar-benar menyadari alangkah cantiknya guesthouse ini, saat tiba di penginapan usai blusukan di pasar.

Thai Thai Sukhothai tak bisa dibilang besar. Tapi, warna-warni bunga bertebaran sepanjang jalan. Di depan bungalow, di jalan setapak, di papan petunjuk arah ke restoran. Hiasan patung keramik mungil tersebar di banyak tempat.

Singkatnya, tempat ini bisa membuat para tamu memilih tinggal di guesthouse saja.

Image

Image

ImageImageImageImage

Pukul 12.00, tuktuk menjemput persis di depan kamar. Di depan meja resepsionis, si pria Thailand berkacamata siap mengucapkan selamat tinggal.

Thank you for your stay,” ucapnya, melakukan gerakan Wai.

It’s a very pleasant stay. Thank you,” saya pun ikut menangkupkan kedua tangan di depan dada. Dia melambai sampai tuktuk saya hilang dari pandangan.

Image

Image

Kita bisa jatuh cinta pada sebuah tempat, masing-masing dengan cara berbeda. Thai Thai Sukhothai adalah tempat saya jatuh cinta. Bukan dengan resepsionis berkacamata, tapi oleh keramahan orang Thailand.

*************************************************************************

*note: Dua tahun berturut-turut, Thai Thai Sukhothai menerima Trip Advisor Certificate of Excellence. Atas seisi guesthouse dan keramahan petugasnya, saya dengan senang hati menulis review Β πŸ™‚

Image

Advertisements

14 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s