Satu Pagi di Danau Batur

Image

Saat mentari mulai terbit, Danau Batur seperti hidup. Desa Kedisan di Kabupaten Bangli, Bali, pun kembali berseri. Nelayan mulai mengayuh perahu. Burung bangau mulai sarapan, menyambar-nyambar ikan di permukaan danau.

Satu pagi di bulan November lalu, saya menggigil di pinggir Danau Batur. Selapis jaket tak bisa mengalahkan hembusan angin dingin yang menusuk kulit. Menengok ke arah makam keramat Trunyan di salah satu sisi danau, membuat bulu kuduk berdiri. Mana, mana matahari yang katanya muncul pukul 5 pagi?

Voila! Alam langsung mengabulkan keinginan saya. Sinar matahari mulai merangsek dari balik bukit. Semburat oranye mulai menggantikan langit biru tua. Bulan sabit yang bertengger di sana semalaman pun mulai tersingkir.

Saya bukanlah satu-satunya mahluk hidup yang bersuka ria menyambut sinar matahari. Tempat saya berpijak yakni Desa Kedisan seperti hidup kembali. Sungguh matahari pembawa kehidupan, sinarnya begitu hangat.

Burung-burung bangau terbang rendah di permukaan Danau Batur. Sesekali menyambar mangsa untuk sarapan, atau sekadar mejeng di pinggiran. Tiba-tiba, nelayan berperahu lewat dekat mereka. Merasa terusik, bangau-bangau itu pun menyingkir dan terbang ke tempat lain.

Sebaliknya, para nelayan ini tampak asyik saja mendayung. Perahu yang mereka naiki disebut jukung. Bentuknya lonjong dengan sudut lancip di bagian depan dan belakang. Yang menarik, para nelayan ini bukannya duduk, tapi jongkok.

Mereka mendayung ke segala arah, melempar jaring untuk menangkap ikan dan membawa hasil tangkapannya ke tambak. Matahari sudah bulat sempurna saat saya melihat mereka menangkap ikan.

Bagai magis, sosok Gunung Batur pun langsung terlihat jelas. Kaldera Gunung Batur telah masuk dalam Global Geopark Network (GGN) UNESCO. Dari kejauhan, kaldera ini tampak cukup jelas. Bagian atas gunung ini berbentuk kawah raksasa. Seperti tak berpuncak.

Pagi itu saya puas menikmati matahari terbit dari pesisir Danau Batur. Sinarnya tak hanya membangunkan alam semesta, tapi juga menghangatkan sanubari.

Image

 

Image

Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s