Tentang Kesiapan Traveler-traveler Sekalian

Kita berjalan, kita memotret, kita menulis. Kita memperkenalkan keindahan dan potensi pariwisata Indonesia. Tapi saat traveler lain baru memulainya, apa kita sudah siap?

Saya tidak akan cerita banyak. Mari bicara soal film “5 cm” yang tengah booming sekarang. Saya belum tonton memang, pun baca bukunya. Tapi katanya (dan dari trailernya) film tentang persahabatan dan pendakian gunung ini memperlihatkan salah satu keindahan Indonesia.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, dan Mahameru yang disebut-sebut puncak abadi para Dewa. Saya lihat di timeline Twitter dan status Facebook, banyak orang yang baru lihat keindahan Taman Nasional dan Gunung Semeru itu.

Salah? Tentu tidak.

Tapi apa yang terjadi selanjutnya? Sinisme dari para pejalan soal baru-tahu-menahu-gunung-semeru. Sarkasme soal banyak-pemandangan-yang-lebih-bagus-dari-itu. Banyak juga yang meremehkan penikmat “5 cm” yang ingin coba mendaki gunung.

“Naik gunung nggak segampang itu!”

“Nggak pake jins juga kaleeee”

“Ke Mahameru kayaknya nggak sampe longsor jatoh2 gitu deh”

Saya memang punya kekhawatiran khusus soal ini, terutama, karena banyak traveler yang belum concern akan lingkungan. Awalnya saya khawatir para ‘newbie’ ini tidak tahu-menahu soal dampak lingkungan. Tapi toh.. Traveler ‘kawakan’ belum tentu peduli juga.

Kita berjalan, kita memotret, kita menulis soal traveling. Kita ‘meracuni’ banyak orang untuk keluar dari zona nyaman dan melihat dunia. Come on, there’s always be the first time for everything. Tidak perlu kritik, sinis atau sarkas yang berlebih.

You just need to tell. Are you ready or not?

Image

 

Pendakian pertama saya. Gunung Merapi, Maret 2010. Photo taken by Salvaldou Santoso.

Advertisements

6 comments

  1. mang ga da yang salah atau benar karna itu semua proses..cuma yang paling penting dan utama adalah kesiapan di segala hal,fisik,perbekalan dan informasi tentang tempat yang kan di tuju.have fun see u in nature..guys

  2. Banyak tulisan yang mengkritik film ini.banyak juga yang memujinya.saya pribadi berterimakasih karena film ini mampu membangkitkan minat untuk mendaki.dari mendaki kita bisa mengenal alam.dan dari kenal kita bisa menyayanginya.terlepas dari hal-hal janggal yang ada,toh setiap manusia mempunyai nalar.tugas kita yang sudah “tahu” untuk memberitahu.
    Blognya bagus.salam lestari.
    🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s