Jangan Takut, Rico!

Jangan Takut, Rico!

Tripod kamera yang ia jinjing tak sebanding dengan tubuh mungilnya. Rico, begitu ia memperkenalkan dirinya, berasal dari Desa Maima di Kabupaten Jayawijaya, Papua. Ia menjadi porter-tak-sengaja bagi kami yang penasaran akan indahnya Telaga Biru, danau mungil yang warnanya biru toska.

“Rico, nanti kalau kamu sudah besar, susul kakak ke Jakarta ya.”

Anak kelas 3 SD itu menggeleng. Saya mengerenyitkan dahi. Kenapa?

“Saya takut, Kakak.”

“Takut kenapa?”

“Saya takut gedung-gedung tinggi nanti runtuh, Kakak. Kalau di sini gunung meletus, kata Bapak saya tanah jadi subur. Kalau di sana, gedung runtuh jadi gimana kakak?”

Advertisements

12 comments

  1. kadang komen lugu seorang anak yang akan membuat kita berpikir demikian keras atas kebenarannya. great very very short article 🙂 i like it though 🙂

  2. Baru malam ini saya berjumpa dengan blog ini. Menarik sekali membaca lantunan kisah-kisah dan opini mba di dalam blog ini. Yang paling mencekat hati saya adalah cerita yang ini, walaupun saya pun masih terus scrolling ke bawah, menapak tilas blog mba… Salam kenal 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s